GPdI Hebron

Gading Serpong

Logo GPdI Hebron

GPDI Hebron Gading Serpong

Gambar Article

KATEGORI



ARTIKEL POPULER



ARSIP

Tekun Berdoa


Oleh : Pdt. Raimond Sumaa

Ayat Pokok : Efesus 3:14-21 


Telah kita pelajari bahwa sebagai orang percaya kita harus bergerak maju, mengalami pertumbuhan dan perkembangan rohani yang terukur dan konsisten, dalam memenuhi panggilan dan tujuan Tuhan yang lebih tinggi.  Efesus 3:14-21 mencatat tentang isi doa Paulus, yang seharusnya menjadi pencapaian atau kegerakan rohani yang dialami setiap orang percaya dalam mengikut Tuhan, yaitu :


Batin kita harus percaya kepada Tuhan Yesus. Artinya dalam hari-hari yang kita lalui, kita tidak ragu tentang Tuhan.

Kita harus memahami betapa lebarnya, panjangnya, tingginya, dan dalamnya kasih Kristus. Artinya apapun yang terjadi, kita harus memahami bahwa Tuhan sangat mengasihi kita, IA tidak pernah merancangkan hal yang jahat bagi hidup kita.

Kita dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Artinya kita harus penuh dengan Roh Kudus dan memiliki kehidupan rohani yang baik.

Ketiga hal ini dapat kita capai jika kita tekun berdoa. Jadi dalam ayat ini Paulus mengajarkan kepada kita bahwa kunci untuk mengalami kegerakan rohani yang semakin besar adalah dengan membangun kehidupan doa (setia berdoa).


Kisah Para Rasul 2:41-42 mencatat bagaimana gereja mula-mula mengalami pertumbuhan dan kegerakan rohani, bahkan terjadi percepatan pertambahan jiwa yang bertobat. Semuanya ini bisa terjadi karena mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul , dalam persekutuan, dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.  Mereka dengan sendirinya (tidak dipaksa) berkumpul setiap hari untuk berdoa. Ketika seluruh jemaat bersatu dan bertekun dalam kehidupan doa, maka gereja akan mengalami kegerakan dan pertambahan jiwa. Keputusan untuk berdoa seharusnya keluar dari kerinduan diri sendiri yang ingin semakin dekat dengan Tuhan, bukan karena terpaksa atau karena ada motivasi mengejar berkat jasmani.  Jika kita berdoa karena terpaksa atau sekedar rutinitas keagamaan, maka doa akan menjadi sesuatu yang membosankan dan tidak membawa kebangunan rohani. 


Dalam Lukas 18:1, Yesus menegaskan bahwa kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Mengapa demikian? Sebab dalam Lukas 18:8 dijelaskan bahwa Tuhan akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya (yang berdoa tidak jemu-jemu).  Dan nanti ketika  Tuhan Yesus datang kali kedua,  adakah IA mendapati iman di bumi?  Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus mengukur apakah kita punya iman atau tidak, dari kehidupan doa kita setiap hari. Saat kita memutuskan tidak berdoa, maka Tuhan tidak mendapati iman dalam hidup kita.  Iman merupakan keputusan untuk tetap percaya dan terus menerus mengungkapkan apa yang kita percayai. Dalam berdoa, kita sedang menaruh percaya kita kepada Tuhan dan kita terus menerus mengungkapkan dengan kata-kata tentang hal-hal yang kita percayai untuk Tuhan lakukan. Artinya ketika kita berdoa maka iman kita juga akan muncul.  Terkadang banyak orang percaya malas berdoa dengan berbagai alasan yang dibuat-buat, tetapi ketika apa yang diharapkan tidak menjadi kenyataan atau terjadi sesuatu yang tidak baik, mereka dengan mudah menyalahkan Tuhan.  Jangan menjadi anak Tuhan yang hanya menuntut hak, namun tidak pernah melakukan kewajiban untuk berdoa.  Terkadang kita mudah menjadi orang percaya yang tidak tahu diri dan melawan Tuhan, karena kita kehilangan iman akibat tidak berdoa. Untuk itu, mari bangun kehidupan doa dengan tidak jemu-jemu supaya iman kita semakin kuat.


Kisah Para Rasul 10:1-2 mencatat tentang Kornelius, seorang perwira pasukan Italia yang saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. Kita harus belajar dari kehidupan Kornelius ini, di balik sikapnya yang saleh dan suka memberi, Kornelius punya kehidupan doa yang teratur (tidak musiman). Terkadang kita berdoa tetapi berdoanya musiman (tidak senantiasa / tidak teratur), artinya terkadang kita berdoa, terkadang tidak. Terkadang ketika dalam keadaan banyak masalah dan pergumulan berat, kita rajin berdoa. Tetapi ketika doa sudah dijawab dan hidup kita sudah menjadi lebih baik, kita tidak berdoa lagi. Hal inilah yang menyebabkan rohani kita naik-turun.


Hasil dari berdoa

Berdoa menghasilkan kesadaran untuk hidup benar.

Kisah Para Rasul 1:14 mencatat karena murid-murid Tuhan bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, maka doa mereka menghasilkan banyak jiwa yang bertobat dan memberi diri dibaptis (Kisah Para Rasul 2:37-38). Hal yang sama berlaku bagi kita, ketika kita memutuskan untuk berdoa, hal itu akan menimbulkan kesadaran untuk hidup benar bagi diri kita sendiri, bagi orang-orang yang namanya kita sebut dalam doa, maupun bagi orang lain di sekitar kita. Untuk itu, mari periksa hidup kita, jika ada sesuatu yang tidak benar dengan iman dan hidup rohani kita, adakah hal itu disebabkan karena kita kurang tekun berdoa?  Kita harus tekun berdoa supaya ada pertobatan bagi keluarga maupun kota di mana kita tinggal.


Berdoa menghasilkan banyak mujizat dan tanda heran.

Kisah Para Rasul 2:43 mencatat bahwa para rasul yang bertekun berdoa itu banyak mengadakan mujizat dan tanda heran sehingga banyak orang ketakutan lalu menjadi percaya.  Kitapun harus tekun berdoa supaya kita juga dapat alami mujizat dan kemuliaan dari Tuhan.


Berdoa menghasilkan penuaian.

Kisah Para Rasul 2:47 mencatat bahwa tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Berdoa membuat para rasul memperoleh penuaian jiwa-jiwa baru.  Jika kita ingin tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah jiwa dalam gereja kita, marilah kita juga tekun berdoa dengan senantiasa dan tidak jemu-jemu.


Haleluya. Tuhan Yesus memberkati kita semua.


KATEGORI



ARTIKEL POPULER



ARSIP